souvenir pernikahan

Sistem Perekonomian, Mekanisme Pasar, Produsen, Konsumen

Berdasarkan dengan kedua peranan yang kebanyakan dimiliki individu-individu inilah, kebanyakan sistem perekonomian adalah “market directed“, yakni dikaitkan dengan mekanisme pasar yang terjadi. Dalam sistem perekonomian yang “market oriented” ini unit ini adalah yang menetapkan barang-barang yang dibutuhkannya, yang harus disediakan oleh produsen. Dalam sistem ini individu mempunyai kebe-basan untuk memilih pekerjaan yang menghasilkan pendapatan baginya, dan memilih alokasi uang yang dimilikinya (sebagai produsen dan konsumen).

Dalam perekonomian yang market oriented faktor harga (pasar) sangatlah menentukan. Harga suatu barang atau jasa menunjukkan nilainya di mata konsumen. Apabila konsumen bersedia memberikan (atau membayar) sejumlah uang untuk ditukarkan dengan satu unit barang atau jasa, paling tidak mereka menilai bahwa manfaat yang ditimbulkan oleh barang atau jasa tersebut sesuai dengan jumlah uang yang dikorbankannya. Begitu pula pada faktor-faktor produksi (resources). Harga suatu sumber (tenaga, tanah, bahan, dan lain-lain) menunjukkan nilai sumber-sumber tersebut untuk dipakai dalam menghasilkan barang atau jasa. Pada perekonomian yang market oriented, baik harga pada sektor produksi (sumber-sumber) maupun kon-sumsi (barang atau jasa) berfluktuasi, mengikuti alokasi sumber-sumber dan pendapatan konsumen. Hasil akhimya adalah berupa keseimbangan (equilibrium) antara penawaran dan permintaan produk dan sumber-sumber serta berupa koordinasi antara peran sebagai produsen dan konsumen dalam perekonomian tersebut.

Hubungan antara peran individu sebagai konsumen dengan perusahaan sebagai produsen dalam suatu perekonomian yang market-oriented secara sederhana dapat dilihat pada ilustrasi tertentu. Kita mungkin melihat bahwa individu menawarkan tenaga mereka (sebagai salah satu resource) ke pasar faktor produksi (factor market), bersama dengan sumber-sumber yang lain seperti tanah, modal dan sebagainya, untuk digunakan dalam proses produksi oleh perusahaan-perusahaan produsen.” Sebaliknya perusahaan-perusahaan tersebut membayar sejumlah uang untuk penggunaan sumber-sumber tersebut.

Selanjutnya individu-individu tadi membawa uang yang diperolehnya di pasar-faktor produksi ke pasar produk untuk dibelikan pada suatu barang atau jasa yang dibutuhkannya. Ini yang dilakukannya dalam perannya sebagai konsumen. Dengan demikian, uang yang diperoleh oleh individu sebagai hasil penjualan faktor produksi pada perusahaan, kembali mengalir ke perusahaan untuk digunakan lagi dalam proses produksi (membeli faktor-faktor produksi). Demikian seterusnya perputaran uang dalam perekonomian yang berorientasi kepada pasar.

Dapat dibayangkan bahwa sistem ini dapat berjalan sedemikian rupa apabila di dalamnya juga terdapat arus informasi yang lancar. Seseorang membutuhkan informasi yang lancar. Seseorang membutuhkan informasi yang lengkap sebelum ia memutuskan untuk membeli suatu produk di pasar produk. Sebaliknya perusahaan (dalam hal ini yang dimaksud adalah produsen barang dan jasa) memerlukan informasi yang lengkap. Pengertin produsen di sini mempunyai pengertian yang luas, mulai dari perusahaan keluarga yang kecil sampai pada industri yang berskala besar.

Dalam rangka melindungi kepentingan individu maupun perusahaan pe-merintah menyusun berbagai peraturan yang merupakan pedoman bagi kedua fihak, seperti.

- peraturan tentang upah dan gaji minimum

- peraturan tentang anti trust,

- peraturan tentang anti monopoli

- peraturan tentang perlindungan hak karyawan,

- peraturan tentang prosedur kontrak, dan Iain-lain

Jadi pada dasamya peranan pemerintah dalam perekonomian yang berorientasi kepada pasar adalah untuk membantu memperlancar arus faktor produksi dan produk, serta arus informasi yang timbal balik, agar akhimya tercapai keseimbangan (equilibrium).

equilibrium konsumen (17), equilibrium produsen (16), pasar produsen (13), hubungan timbal balik antara produsen dengan konsumen (3), pengertian pasar produsen (3), arti harga dimata konsumen (3), equilibirium konsumen (2), berperan sebagai produsen dan mekanismenya (2), hubungan antara produsen dan konsumen dengan proses produksi (2), individu sebagai produsen (2), istilah mekanisme equilibrium (2), Mekanisme perekonomian (2), apa arti harga dimata konsumen (2), timbal balik antara produsen dan konsumen (2), Pasar poduksen (1), pada apakah produsen harus berorientasi (1), pendapatan konsem dan produsen dalam perekonomian (1), timbal balik produsen dan konsumen (1), pengertian arus jasa uang antara produsen dan konsumen (1), pengertian dari anti-mekanisme (1)
Ingin Copy Paste?
Gunakan kode diatas untuk copy paste aman dan legal di blog anda

Post Navigation