souvenir pernikahan

Sikap Istri dalam Proses Perceraian

Yth, pengasuh rubrik konsultasi hukum dan narkoba DPC Ikadin Yogya pada koran KR, dalam kesempatan ini saya ingin dibantu pengasuh. Adapun persoalan saya sebagai berikut: Saya mempunyai istri yang masih dalam proses cerai di pengadilan. Saya ceraikan dia (selanjutnya disebut saja H) karena sikapnya sering tidak menghargai keberadaan suami, sering bertindak di luar pengetahuan suami yang hal tersebut juga menyebabkan kerugian di pihak suami/saya karena harus nombok untuk perbuatan istri kepada orang lain tersebut. H juga akhimya jarang merawat, mendidik dan mengasuh anak, sehingga anak jadi tidak terurus, namun akhimya saya bisa mengambil alih peran yang seharusnya dilakukan H. Dengan kondisi tersebut, maka saya menganggap telah beralasan untuk menceraikan istri. Yang menjadi pertanyaan, dalam masa perceraian yang baru dalam proses pemeriksaan ini, nampaknya istri tetap melakukan bisnis yang menurut saya kans untuk rugi sangat mungkin sekali terjadi, karena H cuma asai ‘action’saja, jika nantinya H mengalami hal semacam itu apakah saya juga masih dapat dimintakan pertanggungjawabannya dengan kondisi telah ada proses perceraian yang saya ajukan tersebut? karena saya takut jika nanti H melakukan tindakan kriminal/ada unsur kriminalnya nanti saya juga akan terkena masalah tersebut? Bagaimana nanti status pengasuhan anak, mengingat anak-anak saya baru di bawah 8 tahun (anak ada 3 orang, 7,5 th, 5 th dan 3 th), bisakah saya pegang hak asuh anak tersebut? Demikian keluh kesah dan pertanyaan saya, mohon bantuannya.

AT, di Yogya Saraf.

Yth Sdr AT, kami sangat berterima kasih atas perhatian dan partisipasi anda dalam rubrik ini, kami juga ikut prihatin dengan kondisi yang anda ala-mi dan hadapi, semoga jawaban kami dapat mengurangi beban yang sedang anda hadapi. Menjawab pertanyaan anda, perlu anda ketahui bahwa selama status perkawinan antara anda dengan H masih melekat, artinya belum ada keputusan hakim untuk memutuskan perkawinan anda tersebut, maka secara hukum hak dan kewajiban sebagai suami istri sebenarnya juga masih melekat, apalagi jika terkait dengan pihak ketiga. Kami katakan sebenarnya Karena biasanya adanya perceraian dikarenakan para pihak yang berperkara tersebut sudah tidak memenuhi hak dan kewajibannya masing-masing, misalnya suami sudah tidak memenuhi kewajibannya untuk memberikan nafkah kepada keluarga (istri dan anak-anaknya), istri sudah tidak mau melayani keluarganya terkait dengan pekerjaan rumah tang-ga yang memang menjadi kewajiban seorang istri dan lain sebagainya. Jadi perbuatan H tersebut . memang dapat pula nantinya secara perdata me-, nyeret anda, paling tidak karena dalam rumah tangga anda dengan H terdapat/ ada harta gono gini/bersama yang hal tersebut tentunya bisa menjadi pehitungan bagi pihak ketiga yang berhubungan hukum dengan H tersebut. Untuk tindak pidana yang dilakukan H, tentu saja hal tersebut tidak dapat mengikutsertakan anda, jika anda tidak terlibat di dalamnya. Hal ini dikarenakan untuk tindak pidana tersebut pertanggungjawabannya secara pribadi, tidak bisa diwariskan atau dilimpahkan kepada orang yang tidak melakukannya. Jadi anda tidak perlu khawatir terhadap tindak pidana tersebut. Selanjutnya terhadap hak asuh, maka memang untuk anak yang masih belum mumayiz atau masih belum berumur 12 tahun maka hak asuh (hadlonah) menurut undang-undang ada di tangan ibunya. Akan tetapi hal terebut juga bukan sesuatu yang mutlak, karena hal tersebut juga melihat kondisi lainnya yang juga esensi, misalnya jika memang si ibu ternyata tidak layak untuk mengasuh, merawat dan mendidik, misalnya karena ada sikap yang tidak tepat untuk itu (contohnya ibu penjudi, suka mabuk-mabukan dan meninggalkan anak begitu saja/tanpa ada keterangan) maka dapat saja hak asuh anak terebut jatuh ke tangan si ayah yang ternyata memang bisa melakukan dan melaksanakan tanggung jawab tersebut.

hak istri dalam perceraian (13), tip agar hak asuh anak jatuhnya kepada ayah (4), yang menggugurkan hak asuh ke tangan ibu (2), perundang undangan hak istri yg di cerai (2), jika seorang ibu meninggalkan anak dalam pengadilan hak asuh anak jatuh ke siapa (1), kewajiban istri pada waktu proses cerai (1), konsultasi proses cerai (1), penyebab hak asuh anak jatuh ke ayahnya (1), penyebab hak asuh jatuh ke tangan ayah (1), perceraian karena narkoba (1), sikap istri pada waktu proses penceraian (1), yang menggugurkan hak asuh anak pada ibunya (1), yang menggugurkan hak asuh dalam perceraian (1), hal-hal yang mengakibatkan hak asuh anak jatuh ke suami (1), hak suami dalam proses cerai (1), akibat istri tidak mau melayani (1), apa yang menyebabkan hak asuh anak jatuh ke mantan suamu (1), apakah harta gono gini bisa di limpahkan ke anak (1), biar hak asuh anak jatuh pada ibunya (1), cara apa saja yg bisa dilakukan ayah untuk dapat hak asuh anaknya ? (1)
sumber: Kedaulatan Rakyat, 4 Juni 2012
Ingin Copy Paste?
Gunakan kode diatas untuk copy paste aman dan legal di blog anda

Post Navigation