souvenir pernikahan

Pemupukan Tanaman, Perawatan Tanaman, Toga

Pertumbuhan tanaman obat akan maksimal bila kandungan unsur hara dalam tanah cukup tersedia mendukung proses pertumbuhan tanaman tersebut. Hampir semua tanaman memerlukan unsur hara makro seperti nitrogen, fosfor, kalium, dan unsur mikro, serta mineral. Pada prinsipnya pemberian pupuk tanaman obat dianjurkan berasal dari bahan alami (pupuk kandang), kompos, dan kotoran sapi atau hewan ternak lainnya. Pemupukan dilakukan pada saat sebelum tanam atau pada pertengahan pertumbuhan vegetatif. Pemupukan lanjutan dilakukan setelah tanaman dewasa dengan pupuk kandang. Dosis penggunaan pupuk kandang bisa 1 —2 ton per hektar.

Pupuk kandang biasanya cukup lengkap mengandung unsur hara makro maupun mikro yang dibutuhkan tanaman. Hal ini berbeda dengan pupuk kimia yang cepat diserap oleh tanaman, tetapi diduga bisa menimbulkan perubahan efek farmakologis tanaman obat. Kebanyakan bagian tanaman obat yang dimanfaatkan sebagai bahan obat adalah daunnya. Jika pemupukan dengan menggunakan pupuk anorganik atau pupuk kimia dikhawatirkan akan terdapat residu kimia yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman yang akan dijadikan obat.

Pupuk organik mempunyai manfaat yang dapat dipertimbangkan oleh para pengguna pupuk di antaranya:
Dapat memperbaiki struktur tanah. Sebagai sumber zat makanan bagi tanaman. Pupuk organik, walaupun kadarnya tidak setinggi pupuk anorganik, memiliki kandungan zat makanan lengkap.

Meningkatkan daya serap tanah terhadap air karena berpori halus. Meningkatkan kondisi kehidupan dalam tanah. Pupuk organik yang diaplikasikan ke dalam tanah terlebih dahulu diuraikan oleh jasad renik melalui proses pembusukan atau peragian sebelum diserap oleh akar tanaman. Dari proses pembusukan ini jasad renik memperoleh makanan dan sumber tenaga.

Penyulaman dilakukan bila terdapat bibit mati atau pertumbuhannya tidak normal. Pelaksanaan penyulaman dilakukan sedini mungkin. Tanaman pengganti harus seumur dengan tanaman lama dengan maksud agar dapat mengimbangi tanaman terdahulu. Penyulaman biasanya dilakukan setelah tanaman berumur 1—2 minggu di lahan. Jika proses penyulaman terlambat, hasilnya bisa kurang baik. Waktu panen pun menjadi tidak seragam.

Penyiraman perlu dilakukan pada saat tanam atau tanaman masih kecil, jika hujan tidak turun. Akan tetapi, tanaman yang sudah besar relatif tidak memerlukan penyiraman, atau seandainya mengkhawatirkankan, penyiraman dapat dilakukan dengan cara perendaman parit bedengan. Air dalam tanah akan membantu proses pertumbuhan vegetatif tanaman dan penyerapan unsur hara dalam tanah. Cara penyiraman bisa menggunakan springkle, tangki sprayer, dan gembor atau perendaman parit.

Penyiangan dilakukan secara berkala sepanjang hidup tanaman. Dalam masa tumbuhnya penyiangan dapat dilakukan 1 atau 2 kali, atau dilakukan berdasarkan pertumbuhan gulma. Kegiatan penyiangan dapat dilakukan bersamaan dengan pemberian pupuk kandang susulan atau setelah tanaman berumur 2—3 minggu di lahan. Penyiangan dapat dilakukan dengan alat bantu koret atau cangkul. Sampah organik dapat dimasukkan ke dalam lubang atau bak dan diolah menjadi kompos organik dengan menambah bakteri pengurai yang banyakdijual di pasaran. Nah barangkali anda siap melakukan Pemupukan Tanaman, Perawatan Tanaman Obat.

cara merawat tanaman toga (17), tanaman toga (14), cara merawat toga (12), cara menanam tanaman toga (11), pemeliharaan tanaman obat (11), pengertian penyiraman (11), pengertian penyiraman tanaman (9), perawatan tanaman toga (3), cara menanam tanaman obat toga (3), cara penyiraman tanaman dengan menggunakan sprayer (3), definisi penyiraman (3), cara budidaya tanaman toga (3), pengertian penyiraman pada tanaman (2), perawatan tanaman obat (2), obt dan pupuk tanaman (2), cara membudidayakan tanaman obat (2), Upaya yang dilakukN untuk memelihara tanaman obat (2), cara menanam merawat dan memanen toga (2), tujuan penyiraman pemupukan (2), tanaman toga vegetatif (2)
Ingin Copy Paste?
Gunakan kode diatas untuk copy paste aman dan legal di blog anda

Post Navigation