souvenir pernikahan

Kasus Korupsi Pengadaan Alquran

Proyek Pengadaan Alquran Dikorupsi? Bila memang benar terjadi tindak pidana korupsi di Kementerian Agama (Kemenag) RI, perbuatan itu merupakan hal yang ironis. Sekaligus tidak dapat ditoleransi karena yang menjadi objek adalah proyek pengadaan kitab suci Alquran.

Ironis karena lembaga terjadinya korupsi itu bemama Kemenag. Suatu institusi yang di dalamnya berhimpun para karyawan dan pimpinan yang tentunya berjiwa agamis. Namun dalam kenyataannya jiwa agamis itu tidak sepenuhnya termanifestasi dalam etos kerjanya. Ironis, di kementerian yang bemaung di bawah panji-panji agama itu terjangkit juga penyakit bemama korupsi.

Karena yang menjadi objek tindak pidana korupsi itu adalah pengadaan mushaf Alquran, perbuatan itu bukan hanya tidak dapat ditoleransi. Tetapi dalam istilah dan hukum agama dikategorikan sebagai perilaku yang terlaknat atau terkutuk. Sebab bagaimana mungkin proyek pengadaan kitab yang di dalamnya terhimpun ayat-ayat suci itu sampai menjadi objek korupsi.

Kita menengarai — sekali lagi bila memang tindak pidana korupsi itu sampai terjadi — Kemenag masih dihuni oleh karyawan dan pimpinan yang berjiwa korup. Bermental korup, yang buta atau membutakan din dengan kaidah-kaidah agama yang secara tegas membedakan antara yang hak dengan yang batil, yang halal dengan yang haram. Padahal khalayak tahu di bawah kepemimpinan Menag Suryadharma Ali, Kemenag secara tegas menjadikan korupsi sebagai musuh utama yang harus dimusnahkan. Kenyataan demikian tersaksikan dari tema peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) kc 66 Kemenag tanggal 3 Januari 2012, ‘Memperteguh Komitmen untuk Membangun Kemenag yang Bebas dari Korupsi’.

Ttema besar itu pula yang kemudian menjadi bahasan komitmen dalam raker Kemenag di daerah-daerah. Dalam raker Kemenag Kota Yogyakarta tanggal 29 Maret 2012 misalnya, Kepala Kantor Kemenag Kota Yogyakarta Drs H Fathony MA mengingatkan jajarannya untuk menjauhi segala macam praktik korupsi, kolusi dan nepotisme. Upaya menjauhkan diri dari praktik KKN itu ditindaklanjuti dengan penyelenggaraan Bimbingan Teknis Analisis Jabatan dan Analisis Beban kerja di lingkungan PNS Kantor Kemenag Kota Yogyakarta pada tanggal 4-6 Mei 2012 di Kaliurang. Pada kesempatan itu sekah lagi Drs H Falliony MA inenyatakan pentingnya melakukan pengawasan keuangan dan kepegawaian dengan cermat agar tidak sampai terjadi praktik KKN. Menjadi ironis jadinya bila sosialisasi “komitmen bebas dari korupsi’ yang sudah bergema di dae-rahdaerah itu justru di kantor pusatnya ‘dikhianati’.

Kita berasumsi saat Ketua KPK Abraham Samad mengatakan telah mengantongi bukti terjadinya korupsi dalam pengadaan Alquran di Kemenag, dia tidak sedang berwacana. Tetapi benar-benar menyatakannya dengan serius, dalam arti bukan sedang bercanda. Apalagi pemyataan itu lantas dipertegas oleh Wakil Ketua KPK Bambang Widjojonto yang mengungkapkan institusinya tengah menyelidiki dugaan korupsi tersebut. Bukan tidak mungkin dalam waktu dekat hasil penyidikan itu akan berlanjut menjadi penyidikan disertai penetapan tersangkanya.

makalah kasus korupsi (1), MAKALAH TENTANG KASUS (1)
sumber: Kedaulatan Rakyat 25 Juni 2012
Ingin Copy Paste?
Gunakan kode diatas untuk copy paste aman dan legal di blog anda

Post Navigation