souvenir pernikahan

Bibit Toga, Bibit Tanaman Obat

Salah satu aspek penting dalam budidaya TOGA adalah penyiapan bibit toga. Bibit yang baik akan memberikan hasil yang baik pula. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyiapan bibit tanaman obat.

Jenis Bibit Toga
Ada dua jenis bibit yang bisa digunakan dalam penanaman TOGA yaitu bibit yang diperoleh secara generatif dan bibit yang diperoleh secara vegetatif. Bibit generatif didapatkan dari hasil penyemaian biji berbagai jenis tanaman obat. Bibit vegetatif didapatkan dengan cara membiakan bagian organ tanaman seperti stek batang, cangkok, anakan, tunas, stolon. Seandainya tidak memiliki pohon induk untuk diambil bijinya, membuat bibit sendiri dapat diawali dengan mengumpulkan buah-buah yang sudah matang dari tanaman obat yang tumbuh liar di ladang-ladang atau di tegalan di seputar kita. Kita juga dapat membelinya dari penjual tanaman obat. Begitu pula dengan penyediaan bibit secara vegetatif. Pembuatan bibit sebaiknya disesuaikan dengan jumlah yang dibutuhkan, baik untuk ditanam maupun untuk dijual. Bisa dipersiapkan sampai dengan dua kali lipat jumlah yang dibutuhkan sebagai cadangan apabila ada yang mati atau ada kerusakan lain.

Persiapan Persemaian Bibit Toga
Penyemaian biji tanaman-tanaman obat dapat dilakukan dalam suatu wadah yang sebelumnya diberikan media seperti bekas gergajian kayu, campuran tanah dan pasir, atau media-media lainnya. Biji yang telah dikeringkan dan siap disemai ditata dalam wadah yang bermedia. Sebaiknya penataan biji jangan terlalu rapat. Biji-biji tersebut kemudian ditutup dengan tisu basah dan disimpan di tempat yang aman. Penyiraman dilakukan setiap hari untuk menjaga kelembaban media. Setelah 1 minggu tunas akan muncul dan bibit siap dipindah ke dalam polibag yang telah diisi campuran tanah, pupuk kandang, dan pasir. Bibit dalam polibag disimpan di tempat yang tidak terlalu terkena sinar matahari. Setelah 2—3 minggu bibit sudah siap ditanam di lahan. Benih tanaman hasil penyemaian dari wadah setelah berumur 1—2 minggu juga bisa ditanam langsung di lahan tanpa pemindahan ke dalam polibag.

Perawatan Bibit Toga
Setelah bibit berada dalam polibag, perlu dilakukan perawatan dan pemeliharaan. Perawatan dan pemeliharaan ini meliputi penyiraman, penyiangan, dan pengontrolan. Penyiraman bisa dilakukan 1—2 hari sekali, tergantung kondisi kelembaban tanah. Penyiangan dilakukan apabila di seputar polibag atau di dalam polibag terdapat gulma atau tanaman yang tidakdiinginkan. Pengontrolan dilakukan terhadapserangan hama belalang, ulat, ataupun penyakit yang disebabkan jamur. Perlu dilakukan pemisahan jika ada tanaman yang terserang penyakit. Apabila jarak pengangkutan tanaman cukup jauh dari lahan atau bibit didapatkan dari penangkar, sebaiknya bibit jangan langsung ditanam karena masih rentan terkena stres akibat perubahan lingkungan suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya matahari bagi bibit toga.

cara budidaya toga (12), cara menanam toga (9), teknik budidaya toga (4), cara penanaman toga (4), Penanaman toga (4), menanam toga di polibag (1), proposal pembudidayaan tanaman toga (1), proposal Tanaman toga (1), syarat syarat tanaman toga (1), tanaman toga yang benar (1), tata cara penanaman TOGA (1), menanam toga (1), langkah langkah menanam toga (1), contoh bibit toga (1), cara pemeliharaan toga yang baik (1), cara pembibitan toga dengan cara generatif (1), cara menanam toga dengan baik dan benar (1), cara menanam toga d tanaman langsung d tanah (1), cara budi daya toga (1), budidaya toga cara (1)
Ingin Copy Paste?
Gunakan kode diatas untuk copy paste aman dan legal di blog anda

Post Navigation