souvenir pernikahan

Akta Jual Beli Tanah, Rumah, Properti, AJB

Keabsahan sebuah transaksi jual – beli tanah ditandai dengan adanya akta jual beli. Ada 2 ( dua) tahap yang harus dilalui dalam pembuatan akta jual – beli tanah. Tahap pertama adalah pembuatan draft perjanjian jual – beli tanah yang nantinya akan menjadi bagian integrall dari akta. Sedangkan tahap kedua merupakian proses penandatanganan akta jual – beli tanah.

Apalagi Aspek legalitas tanah sangat penting untuk mengantisipasi timbulnya permasalahan hukum dikemudian hari. Aspek legalitas selain sebagai bukti kepemilikan juga untuk memberikan kepastian kepada para pihak bahwa ada pemilik yang sah atas tanah tersebut.

Beberapa langkah yang harus dilakukan pada tahap pembuatan draft akta jual – beli tanah antara lain :

  • Penjual wajib menghubungi kantor pajak untuk mennentukan jumlah pajak terutang harus disetor berdasrkan nilai Jual Objek Pajak ( NJOP). Kantor pajak akan memberikan surat setoran pajak ( SSP).
  • Bukti Dari setoran pajak dan sertifikat asli dibawa ke pegawai Pembuat Akta Tanah

( PPAT).

  • PPAT akan meneliti apakah pembeli merupakan orang / lembaga yang berhak atas tanah tersebut.
  • PPAT akan meneliti apakah pembeli merupakan orang / lembaga yang berhak membeli tanah tersebut.
  • Jika harus mewakilkan kepada seseorang, kuasa itu harus dinyatakan secara tertulis di atas kertas bermaterai secukupnya dan dilegalisasi seperlunya.
  • Menunjukan sertifikat tanah yang asli untuk diperiksakan kekantor badan pertanahan ( BPN ) setempat. Jika tanah belum didaftarkan atau dibukukan dalam buku tanah, kantor BPN dapat menerbitkan surat keterangan pendaftaran tanah ( SKPT) di kantor tersebut.
  • P