Posisi Wakil Menteri

‘Wamen’ Serba Tanggung |¬†Oleh Dr W Riawan Tjandra|¬†Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi yang membatalkan penjelasan Pasal 10 UU No. 39 Tahun 2008 tentang Kementerian dengan dikeluarkannya Perpres No. 60 Tahun 2012, Presiden telah mengelurkan Perpres No 60 Tahun 2012. Perpres tersebut merupakan pengganti ketentuan wakil menteri yang terdapat pada Perpres Nomor 47 Tahun 2009, Perpres Nomor 76 Tahun 2011 dan Perpres Nomor 92 Tahun 2011.

Sebelum dikeluarkannya putusan Mahkamah Konstitusi, posisi wakil menteri yang ditempatkan sebagai pejabat karir telah menjadikan rancu struktur birokrasi di kementerian. Hal itu menyebabkan posisi wakil menteri dualisme. Jika merupakan pejabat karir, semestinya proses pengisiannya menggunakan mekanisme seba-gaimana lazimnya jalur karir di lingkungan pemerintah berdasar-kan sistem eselonisasi yang berlaku. Namun, senyatanya proses pengisiannya di kala itu menggunakan prosedur yang mirip dengan pengisian jabatan menteri antara lain melalui proses fit and proper test.

Kini, melalui Pasal 3 Perpres No 60 Tahun 2012 ditentukan bahwa wakil menteri memiliki tugas-tugas: a. membantu menteri dalam proses pengambilan keputusan kementerian; b. membantu menteri dalam melaksanakan program kerja dan kontrak kerja; c. memberikan rekomendasi dan pertimbangan kepada menteri ber-kaitan dengan pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian; d. melaksanakan pengendalian dan pemantauan pelaksanaan tugas dan fungsi kementerian; dan e. membantu Menteri dalam penilai-an dan penetapan pengisian jabatan di lingkungan Kementerian; kemudian f. melaksanakan pengendalian reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian; g. mewakili Menteri pa-da acara tertentu dan/atau memimpin rapat sesuai dengan penugasan Menteri; h. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Menteri dan i. dalam hal tertentu, Wakil Menteri melaksanakan tugas khusus yang diberikan langsung oleh Presiden atau melalui Menteri.

Jika mencermati ruang lingkup tugas wakil menteri di atas, sebenamya tak terlihat dengan jelas urgensi penambahan struktur jabatan wakil menteri, karena tugas-tugas semacam itu sebenarnya masih dalam jangkauan yang mampu dikelola oleh Menteri maupun Sekretaris Jenderal atau Sekre-taris di lingkungan Kementerian.

Dalam prinsip organisasi publik, jumlah jenjang maksimal yang dinilai masih memiliki rentang kendali (span of control) efektif adalah 5 (lima) tingkat. Dengan adanya jabatan wakil menteri dan tugas-tugas sebagaimana ditentukan dalam Pasal 3 Perpres No 60 Tahun 2012 teriihat semakin mem-perpanjang jumlah jenjang dalam lingkungan organisasi kementerian yaitu melebihi 5 (lima) tingkat. %

Sehubungan dengan hak keuangan bagi wakil menteri, dalam Perpres ditentukan bahwa wakil

menteri diberikan hak keuangan di bawah hak ke-uangan dan fasilitas lainnya bagi Menteri dan di atas jabatan struktural Eselon I a. Adapun ketentuan me-ngenai besaran hak keuangan dan fasilitas lainnya akan diatur lebih lanjut oleh Menteri Keuangan.

Ketentuan tersebut terkesan memberikan pem-benaran mengenai posisi tanggung jabatan wakil menteri. Presiden hanya ingin menghindari me-nempatkan jabatan wakil menteri menjadi jabatan politik seperti menteri yang bisa menimbulkan peni-laian pembengkakan struktur kabinet (menjadi 54), namun juga ragu menjadikannya bak pejabat karir karena cantolan dalam penjelasan Pasal 10 UU Kementerian yang sudah telanjur dilucuti oleh putusan Mahkamah Konstitusi. Jabatan macam apakah gerangan wakil menteri pasca dikeluarkannya Perpres No 60 Tahun 2012?

Tentu, para Wakil Menteri tersebut harus membuktikan melalui kinerja dan prestasi pelaksanaan tugas-tugas organisasi di lingkungan Kementerian untuk menjawab polemik seputar jabatan wakil Menteri tersebut bagi perbaikan pelayanan publik. (Dr W Riawan Tjandra, Dimktur Program Pasca Sarjana dan Dosen FH UAJY )

Harga Pensil Eyeliner Pixy

Harga Pensil Eyeliner Pixy
Berikut ini rintisan pengembangan artikel tentang Harga Pensil Eyeliner Pixy. Kami menerima peran serta anda dalam pengembangan informasi Harga Pensil Eyeliner Pixy ini.

Categories: Uncategorized Tags: Tags: